Sunday, March 10, 2013

Gunung, Bintang.

Sepertinya, selain pantai, aku menemukan tempat favoritku lagi. Gunung. Ya, tempat itu sangat berlawanan 180 derajat dengan pantai. Ada alasan mengapa aku menjadi suka gunung. Kamu mau tau?

Aku sangat suka memandangi bintang. Di kala sekitarnya gelap, bintang tetap memiliki cahayanya sendiri. Tapi menurutku, bintang itu pemalu. Ketika sekitarnya lebih terang dari dirinya, ia merasa kalah dan akhirnya tidak menampakan diri.

Aku sangat suka memandangi bintang. Waktu itu, aku berkesempatan untuk rebahan di landasan udara pada malam hari. Untungnya langit sedang cerah, jadi banyak sekali bintang yang bisa kulihat dengan mata telanjang. Mereka begitu indah. Aku merasa nyaman sekali, meskipun hanya untuk beberapa menit.

Aku sangat suka memandangi bintang. Ketika aku bisa memandang langit, mengagumi bintang-bintang di sana, aku yakin bahwa kamu juga. Mungkin yang kita pandangi bukanlah bintang yang sama, tapi paling tidak kita sama-sama memandang ke arah langit yang sama.

Lalu apa hubungannya dengan gunung? Ketika itu, aku berada di puncak gunung, dini hari. Dari sana, aku bisa melihat bintang-bintang dengan lebih jelas. Lebih dekat. Aku merasa aku bisa menggapai bintang-bintang itu. Dengan begitu, aku merasa lebih dekat dengan kamu.

No comments:

Post a Comment