Aku menulis tulisan ini di kantin kampusku.
Kantin yang sesungguhnya ramai.
Terlampau ramai malah.
Tapi aku sendiri.
Mungkin hujan mengerti akan kesepianku.
Ya. Aku menulis tulisan ini tepat ketika hujan turun.
Aku dapat mencium wanginya.
Wangi tanah yang basah karena percikan air hujan.
Ada satu saat di mana aku duduk terdiam.
Bengong.
Lalu ku tarik nafas dalam-dalam.
Aku dapat merasakan kedamaian dalam wangi tanah yang basah.
Ternyata, sendiri dan sepi itu tidak selalu buruk.
Mungkin aku bisa sedikit demi sedikit menyukai hujan.
Kantin yang sesungguhnya ramai.
Terlampau ramai malah.
Tapi aku sendiri.
Mungkin hujan mengerti akan kesepianku.
Ya. Aku menulis tulisan ini tepat ketika hujan turun.
Aku dapat mencium wanginya.
Wangi tanah yang basah karena percikan air hujan.
Ada satu saat di mana aku duduk terdiam.
Bengong.
Lalu ku tarik nafas dalam-dalam.
Aku dapat merasakan kedamaian dalam wangi tanah yang basah.
Ternyata, sendiri dan sepi itu tidak selalu buruk.
Mungkin aku bisa sedikit demi sedikit menyukai hujan.

No comments:
Post a Comment