Sunday, January 13, 2013

Bali Never Fails Me

Pantai. Betapa cintanya gue sama tempat satu ini. Kelembutan pasirnya yang menggelitik telapak kaki gue (ya, tentunya gue akan lebih suka pantai yang pasirnya putih dan halus), deru ombak yang akan selalu memecah keheningan namun selalu berhasil membuat gue melamunkan hal-hal yang random, belum lagi anginnya yang terkadang menyejukkan tapi terkadang terlalu kencang dan teriknya matahari yang selalu membuat gue bersemangat setiap kali ke pantai. Panorama pantai akan selalu membuat gue terkagum-kagum akan pemandangan ciptaan Allah yang sangat indah ini.

Hari pertama di tahun 2013 ini, gue lewati di Pantai Anyer. Dan Alhamdulillah dari tanggal 6 Januari sampai 12 Januari gue berkesempatan untuk pergi ke Bali dan kembali menikmati pemandangan pantai yang indah-indah. Postingan kali ini, gue akan menceritakan seminggu gue berada di sana.

Day 1
Gue sampe Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali pukul 16.00. Seharusnya sih 15.30, ya biasalah salah satu maskapai kita yang selalu delay, hehe. Pas di pesawat sebenernya gue agak takut dan khawatir karena goncangannya cukup luar biasa. Tapi Alhamdulillah gue masih hidup dan selamat dan sedang mengetik posting ini. Gue dijemput bude dan kakak sepupu gue. Setelah makan di solaria bandara, gue langsung menuju rumah sepupu gue dan beristirahat.

Day 2
Keesokan harinya, kami berencana pergi ke Ubud, sekalian sepupu gue mau ketemu kliennya disana. Tapi ternyata kliennya lagi ada di Denpasar, jadi kami cuma makan di Beach Walk (gue pertama kali nyoba Chatime di sini!), terus ke Krisna untuk belanja oleh-oleh. Sungguh keputusan yang salah, belanja oleh-oleh di hari kedua dalam liburan.

Day 3
Di hari ketiga ini, kedua teman gue baru sampai di Bali. Sekitar pukul 12.30 kita ketemuan di bandara dan gue pindahan dari rumah sepupu ke hotel Bali Kuta Resort dan menginap bareng mereka. Pertama kami makan di Warung Nasi Pedas Bu Andhika. Lalu kami check-in di hotel, dan melanjutkan jalan-jalan sore di sekitaran kuta, diakhiri early dinner di FlapJaks Kuta.

Day 4
Let's go to the beach-each! Yap, di hari ke-4 gue di Bali, gue dan dua temen gue akan ke beberapa tempat yang berbau pantai. Tujuan pertama adalah Pantai Balangan. Awalnya gue takut ke sana, karena beberapa hari ini ada berita anak-anak tewas tenggelam di pantai itu. Tapi yaaa akhirnya kami ke sana juga, hehe. Dan ternyata pantainya baguuuusss banget. Pasirnya putih dan halus, suasananya sepi (saat itu cuma ada kami dan beberapa kelompok bule lainnya), tapi memang ombaknya lagi gede banget. Anginnya juga kenceng banget. Tapi tetep aja cinta gue ga pernah berkurang untuk pantai <3 Di Pantai Balangan ini, gue menyempatkan diri duduk di atas pasirnya, menghadap laut, dan bengong. Sebetulnya ngga bengong sih, banyak hal yang terlintas di otak gue ketika gue memandang ke laut. Dan seperti biasa, ketika gue menghadap laut dan memejamkan mata, deru ombak akan selalu menenangkan hati gue.
Setelah puas main pasir di Pantai Balangan, kita lanjut ke Alila Villas, Uluwatu. Karena udah laper banget, (terpaksa) kami makan di sana. Haha, ya terpaksa, karena harga makanan di sana mahal-mahal banget. Gue sendiri aja abis 200rb-an. Digabungin sama dua temen gue jadi 700rb-an. Miskin mendadak. Tapi menurut gue harganya worth it banget. Bukan karena makanannya yang enak. Makanannya memang enak, tapi pemandangannya, ngga bisa kebeli di mana pun. Benar-benar indah banget. Sambil makan siang, bisa sambil menikmati taman yang indah banget, ada kolam renang, dan tentunya bisa memandang ke laut dari ketinggian. Subhanallah, benar-benar bagus banget.
(itu yang di kanan lautnya. Terlalu terang cahaya nya -_-)

Setelah puas menikmati pemandangan di Alila, kami melanjutkan wisata ke Uluwatu. Seharusnya di sinilah tempat sunset yang paling bagus, namun sayangnya langit lagi kurang bersahabat. Langitnya mendung, jadi ngga bisa lihat sunset. Tapi di Uluwatu kami berhasil untuk nonton pertunjukan tari Kecak. Menurut gue, tarian itu bagus banget, memiliki makna tarian yang dalam. Selain itu, penari-penarinya juga memasukkan unsur humor di dalamnya yang benar-benar menghibur semua penontonnya. Selesai pertunjukkan ngga lupa kami foto-foto sama para penarinya. Dan gue berhasil foto sama Hanoman :D


Day 5
Hari ke-5 ini kami putuskan untuk bermain water sport! Dan kita memilih maiiinn......jerenjengjeng Sea Walker! Yeaaayyy akhirnya gue nyobain juga nyelem-nyelem, walaupun belum berani dan belum punya duit buat nyoba diving, sea walker aja dulu ya hehe. Tadinya sih kepengen nawar jadi 300rb/orang, tapi gataunya ngga dapet. Yaa tapi masih cukup lah uang saku kami buat main sea walker hehe. Dan ternyata cukup seru! Kami ngasih makan ikan di kedalaman kira-kira 5-6 meter. Kita jalan di track yang udah disediakan, sambil ngeliatin terumbu karang. Tapi sayang airnya ngga jernih, ngga sejernih di Bunaken :( Jangan-jangan gara-gara roti yang dikasih ke ikan-ikan itu ya, yang bikin airnya ngga jernih lagi :(


Dari sea walker, kami makan di Bebek Bengil, Nusa Dua. Bebeknya emang enaakkk, krenyes-krenyes gitu. Tapi ya...memang sedikit mahal haha. Ini nih bebek bengil goreng yang jadi andalan restoran ini

Setelah kenyang makan bebek bengil, kami memutuskan untuk menikmati sunset di rock bar. Sampai di sana, gue disuguhkan pemandangan yang luar biasa indah. Bahkan dari hotel Ayana nya aja udah bagus banget. Begitu sampe, ternyata rock bar nya masih tutup karena angin yang kencang banget. Katanya kalo anginnya mulai membaik, akan dibuka jam 17.30. Akhirnya sambil nunggu jam segitu, kita muter-muter Ayana dulu. Foto-foto, ngeliatin laut (lagi), turun tangga yang jauuuh banget dan akhirnya sampe di rock bar. Kami ngga pake jasa transportasi rockbar yang semacam lift gitu, makanya kaki pegel banget nurunin beratus-ratus anak tangga. Tapi semuanya terbayarkan kok, dengan pemandangan laut yang sangat indah dari meja yang kami tempati di sana. Sayangnya, lagi-lagi kita ngga dapet sunset karena awannya mendung. 

Dari rockbar, kami memutuskan untuk pergi berbelanja oleh-oleh di Krisna. Karena gue udah belanja oleh-oleh di hari kedua kemarin, di Krisna gue cuman beli kaos buat Ayah, dan pie susu buat kakak gue. Kedua temen gue sih tetep belanja banyak banget hahaha.

Day 6
Malam sebelum hari keenam, kami bingung banget mau kemana lagi. Tapi akhirnya di hari terakhir yang bisa full day ini, kami memutuskan untuk pergi ke Ubud. Sebelum mencapai Ubud, kami ke toko pembuatan kerajinan perak dulu. Tentu saja ngga beli apa-apa hahaha mana punya uang :P Setelah itu, awalnya kami berencana ke Puri Lukisan, tapi ternyata perut udah keroncongan duluan. Jadinya kami makan dulu di Ayam Kadewatan (kalo ngga salah namanya ini). Rasanya mantappp enak banget! Mana harganya murah meriah lagi, makan dan minum cuma 20rb-an hehe. Setelah kenyang, kami mengganti destinasi, jadinya ke museum Antonio Blanco. Biaya tiket masuknya hanya 30rb, itu udah dapet welcome drink juga. Di dalamnya kami menikmati lukisan-lukisan Pak Antonio Blanco yang lukisan-lukisannya didominasi dengan wanita yang kebanyakan telanjang. Ada juga lukisan yang menggambarkan wanita sedang menari Bali. Pak Antonio Blanco ini menikah dengan wanita Bali dan jatuh cinta dengan Bali. Ia menghabiskan sisa hidupnya di Bali dengan melukis. Karya-karyanya, menurut gue bagus banget. Terutama karyanya yang melukiskan istrinya sedang menari Bali. Serasa lukisannya hidup. Pak Antonio Blanco dan istrinya sudah meninggal. Yang mengelola museum itu sekarang adalah anak laki-lakinya yang bernama Mario Blanco. Sayangnya ketika kami berkunjung ke sana, Pak Mario sedang berada di Singapura. Dan sayangnya juga, kami tidak boleh memfoto lukisan-lukisan beliau. Ini ada beberapa foto yang diambil di luar gedung gallery lukisannya.
(foto bareng Louis)
(Muthia Blanco. Hm......)

Setelah puas melihat-lihat lukisannya Pak Antonio dan Pak Mario, kami diajak Pak Nengah (oiya yang setia mengantar kami kemanapun tujuan kami namanya Bapak Bagus Nengah, orangnya baik banget) untuk jalan-jalan dulu di Tampak Siring. Tapi sebelumnya kami mampir di persawahan terasering. Hawanya sejuk banget.

Langsung deh kami meluncur ke Tampak Siring. Di sini yang terkenal itu ada istana kepresidenan yang terletak di atas bukit. Sayangnya setiap gue ke sana, pasti istananya lagi ngga dibuka (atau memang ngga akan pernah dibuka untuk umum?). Selain itu yang terkenal juga adalah terdapat semacam pusaran air yang ngga pernah mati. Dan yang paling menarik adalah ada air suci, yang katanya kalo lo mandi di sana, lo bakal jadi secantik dewi-dewi gitu. Makanya banyak banget orang yang mandi dan berendem di sana, atau sekedar cuci muka aja (termasuk gue yang cuci muka aja. Tadinya kepengen wudhu di sana).
(foto bareng anak-anak yang abis sembahyang di salah satu pura di Tampak Siring)

Dari Tampak Siring, kami pulang ke hotel, tapi ngga langsung istirahat. Malah jalan-jalan malam b uat nyari toko yang jual dream catcher. Sayangnya toko-toko udah pada tutup (saat itu menunjukkan sekitar pukul 20.00-21.00). Karena udah terlanjur jalan jauh dari hotel, kami memutuskan buat makan dulu di Warung Nasi Pedas Bu Andhika (lagi). Sekali lagi, makan murah dan enak hehe. Abis makan, kami mampir ke circle K, dan ketemu sama mobil yang ada sticker salah satu production house yang biasanya mainin ftv. Kirain bakal ditawarin jadi pemain ftv hehe.

Day 7
It has come the last day of my trip. Huhuuu sedih sih. Tapi mengingat uang gue udah abis, gue memang harus pulang ke Jakarta hehe. Di hari terakhir ini, kami ngga kemana-mana. Jam 10 pagi dijemput dan langsung menuju bandara. Check-in lalu keluar lagi buat jajan cold stone dan solaria. Pas itu gue masih santai-santai aja, mengingat maskapai penerbangan yang akan gue tumpangi terkenal selalu delay, tapi gataunya kali ini on time hahaha jadilah gue lari-lari ala AADC buat boarding. Sekitar pukul 14.00 gue sampai Bandar Udara International Soekarno-Hatta dan dijemput sama Ayah dan Mama. Dengan ini gue menyatakan bahwa liburan gue telah selesai dan gue akan kembali ke kenyataan, dengan kesibukan gue, dengan kemacetan di Jakarta, tapi mudah-mudahan gue ngga sibuk mikirin masalah 'itu' ya hehehe.

Have a wonderful holiday!
Love, M.

Friday, January 4, 2013

Mimpi

Yes, ilusión. Why? Ilusión yang gue maksud di sini tentunya bukan ilusi, melainkan mimpi. Siapa manusia di dunia ini yang bisa hidup tanpa mimpi? Gue rasa, tanpa mimpi, manusia tidaklah hidup. Karena dengan mimpi, manusia tau apa tujuan mereka hidup di dunia ini.

Bisa dibilang, mimpi itu harapan. Ya, kita berharap (gue khususnya) bahwa harapan-harapan yang gue taro melalui mimpi itu bisa menjadi kenyataan. Kalo mau dijabarin, mimpi gue banyak banget. Dari yang muluk, sampe yang masih mungkin untuk dicapai dan direalisasikan. Tentunya untuk mencapai mimpi-mimpi tersebut, kita harus berusaha keras. Ya iyalah, nenek-nenek juga tau.

Salah satu mimpi gue adalah menjadi psikolog pernikahan. Sekarang gue lagi di jalan menuju mimpi gue itu. Gue kuliah di fakultas psikologi. Dan gue juga ngambil peminatan klinis yang berkaitan dengan orang dewasa. Kenapa gue ngga mau jadi psikolog anak? Sebetulnya gue suka sama anak-anak. Suka banget malah. Menurut gue, tingkah mereka tuh lucu banget. Tapi gue ngga kebayang kalo misalnya jadi psikolog anak. Karena anak-anak ngga bisa mengutarakan apa yang mereka rasakan kan? Beda sama orang dewasa.  Terus kenapa psikolog pernikahan? Hm...gue juga belum tau alasannya kenapa. Yang gue lihat di film-film sih keliatannya seru jadi psikolog pernikahan. Kayak lo bisa merencanakan sesuatu agar pernikahan sepasang suami-istri bisa bahagia. Lo juga bisa membantu memberi solusi kalau ada pasangan yang sedang punya masalah. Gue tau, pasti ngga semudah itu. Makanya gue butuh kerja keras dari sekarang kan? Hehe.

Selain itu, gue juga punya mimpi, kalo nanti gue punya anak, gue bisa membesarkan anak-anak gue dengan sangat baik. Kenapa gitu? Karena di perkuliahan gue saat ini, peminatan yang gue ambil selain klinis adalah perkembangan, yaitu tumbuh kembang manusia, dari lahir sampe meninggal, tapi difokuskan di anak-anak. Jadi gue diajarkan bagaimana mendidik anak yang baik, supaya bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan tahap perkembangannya. Nah, kalau gue ngga bisa mendidik dan mengembangkan anak gue sendiri, malu kan? Orang udah tau cara-caranya pas di kuliah ini, hehe. Bahkan ada satu mata kuliah gue, yang dosennya kalo ngajar udah kayak seminar parental guiding. Abis dari kelas dia, pasti pada galau pengen nikah dan punya anak semuanya hahaha.

Soal gue kepengen jadi psikolog pernikahan, itu berarti gue akan buka praktik psikolog sendiri. Hm...kalau boleh bermimpi sih, gue pengennya hidup di luar negeri, buka praktik psikolog pernikahan di luar negeri. Di Amerika, misalnya, di Los Angeles atau New York. Yaa namanya juga mimpi kan? Hehe. Bukannya ngga cinta sama negara sendiri sih. Di Indonesia itu, masih sedikit orang-orang yang sadar bahwa dirinya butuh pertolongan psikolog. Di sini, kebanyakan orang awam taunya kalo lo ke psikolog, berarti lo gila. Beda sama di luar negeri, yang pergi ke psikolog itu udah cenderung di nilai biasa aja. Tapi yaaa namanya juga mimpi. Kalau pun rezekinya tetep di Indonesia, di Jakarta, disyukuri aja, ya kan?

Itulah salah satu mimpi gue, yang menurut gue masih bisa dicapai dan diusahakan, apalagi kalua gue udah kerja keras dari sekarang. Apapun mimpi kamu, percaya aja kalau kamu bisa mencapai mimpi tersebut. Jangan lupa terus berusaha dan berdoa.

Love, M.

Wednesday, January 2, 2013

Another Blog!

Hallo! Akhirnya gue memutuskan untuk bikin blog baru. Blog lama gue udah lama banget nggak diupdate. Pengen diperbaharui templatenya juga ngga ngerti. Dengan bikin blog baru ini, gue berharap (hmm..lagi-lagi berharap), bisa lebih sering ngeupdate, lebih sering nulis-nulis di sini. Tapi gue nggak berharap ada orang yang baca blog gue kok. Kadang dengan nulis, beban pikiran kita bisa sedikit lebih terangkat kan?

Karena ini baru hari kedua di tahun 2013 ini, gue juga mau mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU 2013! Yeay! Alhamdulillah gue menghabiskan penghujung tahun 2012 kemarin dengan teman-teman yang gue sayangi. Dan alhamdulillah juga kami diberikan kesempatan untuk merayakan tahun baru di Anyer.

Ngomong-ngomong soal Anyer, yang langsung muncul di otak gue adalah pantai. Entah kenapa gue selalu suka sama pantai. Mau pantainya Ancol yang kata orang udah kotor dan bau pun, kalo diajak ke Ancol gue akan tetap mau. Gue akan selalu suka sama pantai dan tentunya laut, selama mereka masih ngeluarin desiran ombak, yang menurut gue, suara ombak itu bisa menenangkan hati gue. Setiap pergi ke pantai, gue selalu menyempatkan diri buat berdiri ataupun duduk di pasirnya, terus bengong aja ngeliatin laut. Rasanya damai banget. Seakan-akan semua masalah yang lagi gue alami saat itu, hilang sementara. Dan kebetulan dalam beberapa hari ini, insyaAllah kalau jadi, gue akan berlibur ke Bali. Kebayang kan betapa senengnya gue ke Bali. Secara di sana pantainya banyak banget! Hehe. Selain itu, gue emang pengen banget wisata kuliner di sana. Nyobain semua makanan di tempat-tempat makan yang memang udah terkenal enak. One of many things I love about traveling, is obviously the food!

Dan kenapa gue juga suka traveling adalah alasannya sama dengan kenapa gue suka pantai. Bisa bikin gue lupa masalah-masalah yang lagi gue hadapi, walaupun hanya sementara. Ya, syukur-syukur habis dari jalan-jalan gue bisa sepenuhnya melupakan masalah-masalah gue, move on, dan bisa let it go.

Oh, dan ngomong-ngomong soal tahun baru, gue bukan tipe orang yang selalu bikin resolusi tahun baru. Tapi gue punya harapan-harapan yang mudah-mudahan bisa gue capai di tahun 2013 ini. Over all, tentunya harapan gue adalah bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. Jadi, selamat tahun baru 2013! Semoga semua resolusi dan harapan-harapan lo bisa tercapai di tahun ini. Cheers!

Love, M